Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

perasaan yang tidak bisa ditebak



Malam ini

Ingin rasanya pergi kepasar
Dengarkan hingar bingar
Lihat Lalu-lalang manusia,
Serta lampu-lampu yang gemerlap
Diantara gedung-gedung bertingkat.

Tapi..kini, ingin rasanya
ke pantai, berjalan sendirian bersama
hembusan angin yang hapuskan
butiran kegelisahan…
sepi..sunyi…
lepaskan beban
Hidup ini hanya kepingan kawan,
Yang memaksa kita
Tuk pendam kepedihan



Sabtu, 13 Desember 2014

puisi kata hati





 



Kata hati

Dulu aku suka latte
Manis
Aku suka
Tetapi itu dulu
Berakhir di desember
Kini, kupilih kopi
Hitam dan pahit
Ku suka, tapi terpaksa
Semua karena kamu
Pergi demi cita-cita
Duakan cinta
Aku di sendiri
Hancur..
Kisahku pelik dan tak bertujuan
Kamu, semua olehmu
Kenangan bersama
Sealu buatku gila
Tak bisa ku berlari
Bertemu dengan yang baru
Kisah lama
Slalu terulang dibayangku
Detik itu, aku dan wajah itu
Ditempat yang sama
Di Sudut kf
Uluran tangan perkenalan
Ku terima
Hari-hari baru
Dan akhirnya
Kurasakan moment baru
Rasa coklat panas
Sedikit gula
Ia, dia
Berwajah manis
Bibir tipis
Teringat lagi dan lagi
Dengan kamu
Buat aku derita
Skenario tuhan
Ku bertemu dengannya dan
Lupakanmu
Kata hatiku
Ku pilih dia
Yang tegaskan
Cinta itu
Hitam atau putih
Bukan abu-abu
Dan aku tegas
Pilih dia
Dan perlahan lupakan
Kamu yang dua
Dan tinggalkan aku
Demi
Dia, cita dan impianmu
‪#‎inspirasi‬ dari film kata hati

Rabu, 03 Desember 2014

rasa



Napas yang hangat
Meninggalkan kenangan pahit
Dibibirku: hingga kering menggelupas

Aku yang dari tadi
Melenggok
Bersandarkan bantal dari pagi hingga pagi

Tekukkan lutut
Sembari  tangan menengadah
Atas jidat yang hangat

Ku sebut terus nama-mu
Sang pemilik kesembuhan

Hari ini sabda ku
Aku sajikan jiwa dan raga
Penuh ikhlas
Jika ku sudah waktunya

Minggu, 30 November 2014



Dulu aku selalu kalah
Mengalah
Tanpa  ku tolak semua inginmu
Dulu aku selalu mendengar
Jika kamu bentak, dan kau patahkan omonganku           
Aku yang sekarang Bukan aku yang dulu
Sudah cukup
Aku berdiri lama disini
Sudah waktunya
Aku berlari
Demi perhatian
Kawan!




Selasa, 18 November 2014

tak henti-henti aku menyeloteh, dan belum ku temui titik temu yang ia mau

sajak anak pribumi

hei, penguasa
sadarkah apa yang diperbuat
mana janji sejahteramu itu
kami ini bukan kayu
yang mudah kau pahat
menjadi benda yang indah
trus kau hargai murah

kami bukan boneka
yang mudah kau janjikan
dengan rumah megah istana
trus membisu
hei, penguasa
berputus asakah kamu
hinggan kaum lemah jadi sasaran
kaum lemah jadi incaran
sungguh rendah intelekmu
kecewa.
hei, penguasa
matangkanlah putusanmu itu!!!

kala bulan tak menoleh, dan bintang bertaburan perlahan menghilang



Mati lampu

Malam di malam gelap
Kala cahaya meredup
Aku dan mereka tertegun
Berdiri sejenak ditepian pintu
Mengungkap tabir gelap
Diperapatan

Malam dimalam gelap itu
Ku lihat banyak lampu
Beriringan
Seakan menari kesana-kesini
Bagaikan kunang dimalam-malam

Malam di malam gelap
Disudut-sudut pojok
Dua merpati mengepakkan sayap
Tanpa malu-malu
Bercengkrama
Bersatu tengah kepala
Bercumbu
Menjalin kasih tanpa batas
Tak ingat zat di atas

Tersungging senyum dara
Pesona pemain gelap cahaya
Selimuti jiwa yang rapuh
Memupuk syahwat menggelora

Senin, 10 November 2014



Di tempat tidur



Aku berbaring dan menghadap langit
Badanku lurus dan terbujur kaku
Empukkan bantal dan kasur sudah tak terasa
Tubuh mungilku terbang melayang
melayang bersama peri tuhan


mata penuh  pengharapan hilang
dentuman jantung pun berhenti
nadi-nadiku tak lagi bekerja
semua organ tubuhku mengabaikanku
aku…pergi……….