Cintaku Bersemi
di Kantor Camat
17 tahun sudah umurku ketika aku duduk di
Semester pertama. Ketika ku berada di kelas tiga sma. Tidak terasa memang,
akhirnya aku sekarang akan menghadapi ujian. Sebelum itu, aku dihadapi dengan
kisah pertemuan ku dengan seseorang, dan bagiku itu juga ujian buatku,..ujian
hati”pikirku”.
Umur yang sudah cukup dewasa ini,
aku iringi dengan perubahan sikapku. Bertingkah seperi layaknya gadis yang sudah
berfikir dewasa, dan tidak seperti gadis yang ada pada 3 tahun yang lalu.
Ketika bertemu dengan seorang pria maka ia akan lari dan ketakutan. Sungguh
memalukan diriku ini, tapi itu semua menjadi kenangan yang menggelikan buatku
dan tidak akan pernah ku ulangi. Yhaa…semua itu ku awali dengan pertemuanku
dengan abg ktp. Panggil saja aku dengan sebutan anti, karena biasanya dirumah
aku dipanggil anti.
Hari dimana aku akan menuju
kantor camat tempat pembuatan ktp bersama ibuku.
Ibu:”berkemas cepat. Udah jam 1.”
Ujar Ibu kepadaku.
Aku:” ya,,,bu…ini anti lagi
berkemas.” Jawab anti.
Tidak lama setalah itu, aku
bersama ibu menuju ke kantor camat. Sudah sewajarnya aku membuat ktp,
dikarenakan umurku yang kini sudah 17 tahun.
Tidak lama menuju kantor camat,
hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit apabila menggunakan sepeda motor, itu
pun dengan kelajuan 50 km per jam.
Tidak hanya aku dan ibuku yang
akan membuat ktp pada saat itu, tetapi banyak warga yang berasal dari kampung
juga ikut membuat ktp, karena pembuatan ktp elektronik itu merupakan kewajiban
yang sudah diperintahkan langsung dari pemerintah pusat dan gratis.
Berharap untuk cepat pulang
ternyata hanyalah isapan jempol, aku dan ibuku mendapat urutan yang cukup jauh
dari warga lain, dan diperkirakan sore baru dipanggil, huff…”membosankan”.
Tidak terasa waktu berlalu, hampir
4 jam kami menunggu panggilan dari dalam kantor. Terlihat teman-teman sebayaku
yang sudah selesai dipanggil kemudian bergegas pulang.
Inur: “ti…udah selesai
belom?”Tanya inur teman dekatku di kampung .
Aku:”belom…say..sepertinya sore
baru dipanggil!”
Inur:’’owh..yaudah kalau begitu
aku pulang duluan.”Ujarnya.
Aku:”ok..hati-hati.’’
Sangat-sangat membosankan
pikirku, ingin rasanya aku pulang ke rumah. Tetapi ibuku bilng hari ini adalah
jadwal pembuatan ktp untuk kampung kami. Dan besok adalah giliran kampung lain.
Bersabar menunggu, itulah yang hanya
bias aku bersama ibuku dan beberapa warga yang lain lakukan.
Waktu menunjukan pukul 5
sore. Sepertinya sebentar lagi giliranku,
tetapi apa boleh dikata. Penungguan yang sia-sia. Listrik tiba-tiba mati.
Ah…makin sakit hati, aku dibuatnya. Kalau bukan kewajiban Negara. Tidak sanggup
aku menunggu lama-lama di sana.
Untuk menghilangkan rasa bosanku
itu. Aku mencari teman ngobrol. Aku pun mencoba masuk kedalam ruangan tepat
dimana petugas pembuatan ktp. Tepat sekali, satu diantara petugas pembuatan ktp
itu adalah seorang perempuan yang usianya 4 tahun lebih tua dariku. Berhubung
waktu itu mati lampu dan hanya mengharapkan cahaya beberapa lilin, aku pun
mengobrol bersama satu diantara petugas itu. “kakak” panggilku kepadanya.
“siapa namanaya kak?” Tanya ku kepada kakak petugas itu. “asih dek”.jawabnya.
“kalau kamu namanya siapa?” Kakak itu kembali bertanya. “saya anti, kak.”
Kami pun saling bicara, dan tidak
lama aku melihat sosok seorang pria yang lewat dihadapan kami. Wajahnya imut,
rapi, sopan, wibawa, dan terlihat seperti pria yang pintar.”Wah..andai bisa
berkenalan dengannya” harapku pada saat
itu. Dan pria iu pun duduk menuju tempaat petugas pembuatan ktp,
ternyata ia juga satu diantara petugas itu.Aku dan kak asih yang pada saat itu
baru pertama bertemu seakan sudah lama kenal, menghabiskan waktu dengan
cerita-cerita mengenai perkuliyahan. Karena kak asih adalah lulusan dari polnep
sambas. Berbagi pengalaman itu memang luar biasa. Aku pun tergerak untuk
kuliyah disana. Tidak terasa, obrolan kami hingga listrik hidup kembali. Dan
pembuatan ktp pun berlanjut.
Kak asih:” ha,,udah hidup
lampunya dek.” Kata kak asih
Anti;”iya kak…lanjut kak. (tertawa
bersama)”.
Warga
yang lain, termasuk aku dan ibu masuk kedalam ruangan pembuatan ktp. Aku pun
kembali melihat pria yang sempat terbesit difikiranku untuk berkenalan
dengannya. Entah memang udah jodoh atau apa, aku pun tidak mengerti. Ada 2
operator disana dan aku pas dipanggil dan duduk disampingnya untuk proses
perekaman data dalam pembuatan ktp. “dag…dig..dug”
Abg ktp;”
siapa namanya dek?” Tanyanya kepadaku.
Aku:”
anti bg.”Jawabku biasa saja.
Abg ktp:
“ tempat, tanggal lahir?”
Aku:”singkawang,
11 april 1995?”
Abg ktp:”
owhh baru 17 tahun dek?” Ujarnya.
Aku:”iya bg, kenapa emangnya?” Tanyaku kembali
Abg
kp:”owh tidak ad apa-apa.” Jawabnya .
Mungkin
pria yang duduk jadi petugas ini memang cuek dan jutek, hanya sesekali aku
melihat ia tersenyum.humm…ternyata dia juga suka jahil dengan orang lain. Pada
saat perekaman data. Aku diminta untuk menuliskan no hp ku. Aku pun dengan
polos mengatakan,” memangnya pembuatan ktp menggunakan no hp?” Tanya ku
padanya. Ia pun tersenyum. “oh…boleh bang, dimana menulis nomor hpnya.”Jawabku.
Tidak lama
setelah perekaman data dan proses lainnya selsai, seorang bapak-bpak memintaku
untuk menuliskan no hp ku diatas kertas, dan bapak itu pun mengatakan bahwa
pria yang menjadi operator itu meminta no hp ku. “hah??” Sungguh tidak ku
sangka. Aku hanya bisa tersenyum. Ternyata pria itu ingin berkenalan denganku.
Waktu
menunjukan pukul 8 malam. Aku dan ibuku
bergegas pulang kerumah. Kemudian, tiba dirumah aku pun bercerita kepada ibuku,
bahwa pria yang ku sebut abg ktp itu meminta no hp ku dan ingin berkenalan
denganku.
Anti:”ma..tadi
ada abg ktp minta no hpku .” Ujarku pada ibu.
Ibu:”beneran…??”Tanya
ibu
Anti;”
iya…yang imut, yang manis tau kan??
Ibu:”hum…yang
badannya besar, bukan?” Kata ibu
Anti:”
sip….”
Ibu:”owh..itu,
terus gimana dia bisa dapat no hp mu?”
Anti:”
hum… tadi dia yang memintanya bu, tetapi lewat bapak-bapak yang kita ajak
ngobrol sore tadi.”
Ibu:”ibu
juga suka melihatnya, sepertinya ia pria yang dewasa dan wibawa lho..” Kata ibu ku meyakinkan.
Anti:”anehkan?Ah..palingan
cowok playboy ma..tidak bisa dipercaya!” Terbesit difikirku, karena ia adalah
petugas yang banyak bertemu dengan wanita dan duduk disampingnya.” Ujarku
meyakinkan.
Moment
yang sangat lucu bagiku. Seiring Berjalannya waktu. Keesokannya,abg ktp itu
mengirim pesan sisngkat kepadaku. Aku pun terkejut saat itu. Ku fikir ia adalah
manusia tercuek. Hmm…”lagi apa dek?”, itu pesan singkatnya. Jujur ada perasaan
bahagia pada saat itu. Kemudian, ia mengirim pesan lagi, bahwa ia ingin mengajak
aku pergi menonton konser Bondan di singkawang. Sayangnya, aku terlalu cupu,
aku menolak ajakannya pada saat itu. Secara…kita kenal baru kurang lebih 24
jam. Gila…gue..mau diajak jalan sama orang yang baru dikenal satu hari.
Setelah sms itu. Kami berdua pun tidak terlalu sering
berkomunikasi lagi, dikarenakan kesibukan masing-masing. Ia sibuk dengan
pekerjaannya sebagai petugas pembuatan ktp dan aku dengan waktu yang tidak
beberapa lama lagi akan menempuh ujian akhir sma.
Setelah
lama tak bertemu, akupun memberanikan diri mengirim pesan singkat kepadanya.
Aku:
“bang do , lagi ap?” Tanyaku.
Bg ktp: “
lagi santai dek”, balasnnya singkat.
Mungkin,
bagi wanita biasa, hal tersebut sangat membosankan. Ingin rasanya aku mengomel
kepada abg ktp itu, karena tanggapan singkat dan cueknya itu. Tetapi, hal
tersebut malahan membuatku lebih semangat untuk menjalin hubungan pertemanan
kepadanya. Setelah balasan singkatnya, aku mengajak bertemu dengannnya di
keraton sambas, karena aku dan ibuku berencana akan pergi ke rumah bibi di sambas, karena pada saat itu
adikku , nurul bersekolah di sambas dan tinggal di tempat bibiku. Tidak ku duga
dan tidak kusangka Ia pun mengiakan
permintaanku. Bahagia hatiku.:J
Sesampai
di sambas, aku mengajak adikku untuk ikut bersamaku pergi ke kraton. Kami pun
berangkat dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian di sana, aku dan adikku
berfoto-foto dan masuk ke dalam keraton. Aku ragu abng ktp akan pergi ke
keraton untuk melihatku, karena pesan singkatku tidak dibalasnyaa. Tetapi, satu
jam kemudian, hp ku berbunyi. Ternyata dari abang ktp. Ia meminta maaf karena
tidak membalas pesanku, karena ia tertidur. Aku pun memakluminya. Dan, tidak
lama kemudian ia datang dengan pd nya. Umm..ternyata ia tidak sendiri. Ia
dating bersama temannya Deni. Kami pun berbincang-bincang walaupun ada rasa
tidak enak satu sama lain. (di simpan dalam hati)
Sayangnya
percakapan itu tidak berlangsung lama, adikku mengajak pulang. Kemudian kami
pun berpisah, aku dan adikku pulang lebih awal darinya. Jujur pertemuan yang
sangat singkat itu..rasanya tidak puas bagiku.
Bisa
dikatakan pertemuan di keraton itu adalah pertemuan terakhirku dengannya
sebelum memasuki perkuliahan.
Setelah
hasil kelulusan beasiswa diumumkan, kami pun kembali berkomunikasi. Tetapi
tetap, statusnya adalah teman. Sayang ya…??
Perasaan
itu terlalu lama untuk dipendam. Aku merasa ia juga menyukaiku…tetapi ada
kendala di hatiku pada saat itu, karena ku pikir ia adalah cowok dewasa dan termasuk
orang berada, mana mungkin mau bersama ku. Ah..itu pikir pendekku.
Seperti
kata pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. Kode-kode cinta itu mulai terlihat. Ia
mulai memperlihatkan perhatiannya kepadaku lewat pesan singkatnya dan beberapa
kali ia juga sering menelfon ku walaupun hanya sekadar basa basi. Tidak hanya
itu, ia juga pergi ke Pontianak untuk menemuiku, walaupun ia memang ada
kepentingan di Pontianak pada saat itu, yaitu mengikuti tes pns di untan.
Bg ktp: “
adek dimana?” Tanyanya lewat telfon.
Aku: “ di
kamar bg, ada apa bg? Tanyaku kembali.
Bg ktp:
“abang mau ke tempat adek lah. Boleh ndak?”
Aku:”
boleh”. Jawabku.
Bg ktp: “
dimne alamatnya dek, smskan ye. Pintanya.
Setelah itu,
akupun memberikan alamat rumahku. Tak berapa lama, ia pun menelfon kembali dan
mengatakan bahwa ia telah di depan kamar ku. Aku pun menghampirinya. Mana
mungkin aku melewatkan saat indah seperti ini. Walaupun bertemuannya pada
kondisi yang kurang menyenangkan. Berdiri di depan toko orang. Tambah lagi, Nasib
sial. Motor temannya terkena paku. Dan bannya harus diganti, kemudian mereka
pun memperpendek obrolan dan meminta
izin pulang ke sambas. Apa dayaku untuk menyuruhnya tetap di Pontianak.
Hmm,,akhrinya mereka pun pulang setelah mengganti ban motor temannya yang
bocor.
Tanggal,
bulan dan tahun yang cantik. Yaitu 11-12-2013. Mungkin, waktu itu telah ia
persiapkan jauh-jauh hari untuk menyatakan cintanya kepadaku. Ya….mr. Ktp…atau abang
ktp. Ia ternyata menyimpan rasa yang sama seperti perasaanku kepadanya. Tetapi
pada saat itu, aku tidak menerimnaya karena satu alasan. Aku tak ingin kisah
cinta ku terulang kembali, mungkin bahasa gaul sekarang adalah LDR, atau
pacaran jarak jauh. Aku pun meminta waktu untuk menjwab pemintaanny untuk
menjadi pacarnya. Yah tepat pada tanggal 14-12-2013, aku menelfonya dan
mengatakan bahwa aku juga memilki perasaan yang sama kepadanya. Dan aku meminta
satu hal kepadanya, untuk menjaga hubungan cinta jarak jauh ini dengan saling
percaya.
Dia
memang pria pilihannku, selama ini ia selalu menepati janjinya kepadaku.
Walaupun terkadang ada rasa curiga, namun kami berdua sanggup melaluinya. Dia
memang percaya penuh kepadaku, dan begitupun diriku. Tidak menutup kemungkinan
rasa sayangku kepadanya semangkin besar, begitu juga dengannya. Sambas-pontianak
kisah cintaku. Dan jarak tidak menjadi halangan bagiku tuk menemukan cinta
sejatiku itu. Sayang itu tumbuh…dan menjadi cinta. Bahagia hari-hariku bersamanya,
walaupun waktuku lebih banyak di media komunikasi saja daripada bercenkrama
satu sama lain.
Aku yakin
kisah cinta seseorang itu akan indah pada waktunya. Untuk kamu yang belum dan
mungkin tidak berani menyatakan cinta kepada seseorang. Ungkapkanlah sekarang,
jangan menunda dan menunggu hari esok tuk mengungkapkannya. Karena, jika hati
itu telah terisi dengan hati yang lain, maka hanya satu kata yang bisa kau
dapatkan. “penyesalan”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar