Sabtu, 01 November 2014

cerpen lucu-lucu



Cintaku Bersemi di Kantor Camat

17  tahun sudah umurku ketika aku duduk di Semester pertama. Ketika ku berada di kelas tiga sma. Tidak terasa memang, akhirnya aku sekarang akan menghadapi ujian. Sebelum itu, aku dihadapi dengan kisah pertemuan ku dengan seseorang, dan bagiku itu juga ujian buatku,..ujian hati”pikirku”.
Umur yang sudah cukup dewasa ini, aku iringi dengan perubahan sikapku. Bertingkah seperi layaknya gadis yang sudah berfikir dewasa, dan tidak seperti gadis yang ada pada 3 tahun yang lalu. Ketika bertemu dengan seorang pria maka ia akan lari dan ketakutan. Sungguh memalukan diriku ini, tapi itu semua menjadi kenangan yang menggelikan buatku dan tidak akan pernah ku ulangi. Yhaa…semua itu ku awali dengan pertemuanku dengan abg ktp. Panggil saja aku dengan sebutan anti, karena biasanya dirumah aku dipanggil anti.
Hari dimana aku akan menuju kantor camat tempat pembuatan ktp bersama ibuku.
Ibu:”berkemas cepat. Udah jam 1.” Ujar Ibu kepadaku.
Aku:” ya,,,bu…ini anti lagi berkemas.” Jawab anti.
Tidak lama setalah itu, aku bersama ibu menuju ke kantor camat. Sudah sewajarnya aku membuat ktp, dikarenakan umurku yang kini sudah 17 tahun.
Tidak lama menuju kantor camat, hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit apabila menggunakan sepeda motor, itu pun dengan kelajuan 50 km per jam.
Tidak hanya aku dan ibuku yang akan membuat ktp pada saat itu, tetapi banyak warga yang berasal dari kampung juga ikut membuat ktp, karena pembuatan ktp elektronik itu merupakan kewajiban yang sudah diperintahkan langsung dari pemerintah pusat dan gratis. 
Berharap untuk cepat pulang ternyata hanyalah isapan jempol, aku dan ibuku mendapat urutan yang cukup jauh dari warga lain, dan diperkirakan sore baru dipanggil, huff…”membosankan”.
Tidak terasa waktu berlalu, hampir 4 jam kami menunggu panggilan dari dalam kantor. Terlihat teman-teman sebayaku yang sudah selesai dipanggil kemudian bergegas pulang.
Inur: “ti…udah selesai belom?”Tanya inur teman dekatku di kampung .
Aku:”belom…say..sepertinya sore baru dipanggil!”
Inur:’’owh..yaudah kalau begitu aku pulang duluan.”Ujarnya.
Aku:”ok..hati-hati.’’
Sangat-sangat membosankan pikirku, ingin rasanya aku pulang ke rumah. Tetapi ibuku bilng hari ini adalah jadwal pembuatan ktp untuk kampung kami. Dan besok adalah giliran kampung lain. Bersabar menunggu, itulah yang  hanya bias aku bersama ibuku dan beberapa warga yang lain lakukan.
Waktu menunjukan pukul 5 sore.  Sepertinya sebentar lagi giliranku, tetapi apa boleh dikata. Penungguan yang sia-sia. Listrik tiba-tiba mati. Ah…makin sakit hati, aku dibuatnya. Kalau bukan kewajiban Negara. Tidak sanggup aku menunggu lama-lama di sana.
Untuk menghilangkan rasa bosanku itu. Aku mencari teman ngobrol. Aku pun mencoba masuk kedalam ruangan tepat dimana petugas pembuatan ktp. Tepat sekali, satu diantara petugas pembuatan ktp itu adalah seorang perempuan yang usianya 4 tahun lebih tua dariku. Berhubung waktu itu mati lampu dan hanya mengharapkan cahaya beberapa lilin, aku pun mengobrol bersama satu diantara petugas itu. “kakak” panggilku kepadanya. “siapa namanaya kak?” Tanya ku kepada kakak petugas itu. “asih dek”.jawabnya. “kalau kamu namanya siapa?” Kakak itu kembali bertanya. “saya anti, kak.”

Kami pun saling bicara, dan tidak lama aku melihat sosok seorang pria yang lewat dihadapan kami. Wajahnya imut, rapi, sopan, wibawa, dan terlihat seperti pria yang pintar.”Wah..andai bisa berkenalan dengannya” harapku pada saat  itu. Dan pria iu pun duduk menuju tempaat petugas pembuatan ktp, ternyata ia juga satu diantara petugas itu.Aku dan kak asih yang pada saat itu baru pertama bertemu seakan sudah lama kenal, menghabiskan waktu dengan cerita-cerita mengenai perkuliyahan. Karena kak asih adalah lulusan dari polnep sambas. Berbagi pengalaman itu memang luar biasa. Aku pun tergerak untuk kuliyah disana. Tidak terasa, obrolan kami hingga listrik hidup kembali. Dan pembuatan ktp pun berlanjut.
Kak asih:” ha,,udah hidup lampunya dek.” Kata kak asih
Anti;”iya kak…lanjut kak. (tertawa bersama)”.
Warga yang lain, termasuk aku dan ibu masuk kedalam ruangan pembuatan ktp. Aku pun kembali melihat pria yang sempat terbesit difikiranku untuk berkenalan dengannya. Entah memang udah jodoh atau apa, aku pun tidak mengerti. Ada 2 operator disana dan aku pas dipanggil dan duduk disampingnya untuk proses perekaman data dalam pembuatan ktp. “dag…dig..dug”
Abg ktp;” siapa namanya dek?” Tanyanya kepadaku.
Aku:” anti bg.”Jawabku biasa saja.
Abg ktp: “ tempat, tanggal lahir?”
Aku:”singkawang, 11 april 1995?”
Abg ktp:” owhh baru 17 tahun dek?” Ujarnya.
Aku:”iya  bg, kenapa emangnya?” Tanyaku kembali
Abg kp:”owh tidak ad apa-apa.” Jawabnya .

Mungkin pria yang duduk jadi petugas ini memang cuek dan jutek, hanya sesekali aku melihat ia tersenyum.humm…ternyata dia juga suka jahil dengan orang lain. Pada saat perekaman data. Aku diminta untuk menuliskan no hp ku. Aku pun dengan polos mengatakan,” memangnya pembuatan ktp menggunakan no hp?” Tanya ku padanya. Ia pun tersenyum. “oh…boleh bang, dimana menulis nomor hpnya.”Jawabku.
Tidak lama setelah perekaman data dan proses lainnya selsai, seorang bapak-bpak memintaku untuk menuliskan no hp ku diatas kertas, dan bapak itu pun mengatakan bahwa pria yang menjadi operator itu meminta no hp ku. “hah??” Sungguh tidak ku sangka. Aku hanya bisa tersenyum. Ternyata pria itu ingin berkenalan denganku.

Waktu menunjukan pukul 8  malam. Aku dan ibuku bergegas pulang kerumah. Kemudian, tiba dirumah aku pun bercerita kepada ibuku, bahwa pria yang ku sebut abg ktp itu meminta no hp ku dan ingin berkenalan denganku.
Anti:”ma..tadi ada abg ktp minta no hpku .” Ujarku pada ibu.
Ibu:”beneran…??”Tanya ibu
Anti;” iya…yang imut, yang manis tau kan??
Ibu:”hum…yang badannya besar, bukan?” Kata ibu
Anti:” sip….”
Ibu:”owh..itu, terus gimana dia bisa dapat no hp mu?”
Anti:” hum… tadi dia yang memintanya bu, tetapi lewat bapak-bapak yang kita ajak ngobrol sore tadi.”
Ibu:”ibu juga suka melihatnya, sepertinya ia pria yang dewasa dan wibawa lho..”  Kata ibu ku meyakinkan.
Anti:”anehkan?Ah..palingan cowok playboy ma..tidak bisa dipercaya!” Terbesit difikirku, karena ia adalah petugas yang banyak bertemu dengan wanita dan duduk disampingnya.” Ujarku meyakinkan.

Moment yang sangat lucu bagiku. Seiring Berjalannya waktu. Keesokannya,abg ktp itu mengirim pesan sisngkat kepadaku. Aku pun terkejut saat itu. Ku fikir ia adalah manusia tercuek. Hmm…”lagi apa dek?”, itu pesan singkatnya. Jujur ada perasaan bahagia pada saat itu. Kemudian, ia mengirim pesan lagi, bahwa ia ingin mengajak aku pergi menonton konser Bondan di singkawang. Sayangnya, aku terlalu cupu, aku menolak ajakannya pada saat itu. Secara…kita kenal baru kurang lebih 24 jam. Gila…gue..mau diajak jalan sama orang yang baru dikenal satu hari.
Setelah  sms itu. Kami berdua pun tidak terlalu sering berkomunikasi lagi, dikarenakan kesibukan masing-masing. Ia sibuk dengan pekerjaannya sebagai petugas pembuatan ktp dan aku dengan waktu yang tidak beberapa lama lagi akan menempuh ujian akhir sma.

Setelah lama tak bertemu, akupun memberanikan diri mengirim pesan singkat kepadanya.
Aku: “bang do , lagi ap?” Tanyaku.
Bg ktp: “ lagi santai dek”, balasnnya singkat.
Mungkin, bagi wanita biasa, hal tersebut sangat membosankan. Ingin rasanya aku mengomel kepada abg ktp itu, karena tanggapan singkat dan cueknya itu. Tetapi, hal tersebut malahan membuatku lebih semangat untuk menjalin hubungan pertemanan kepadanya. Setelah balasan singkatnya, aku mengajak bertemu dengannnya di keraton sambas, karena aku dan ibuku berencana akan pergi  ke rumah bibi di sambas, karena pada saat itu adikku , nurul bersekolah di sambas dan tinggal di tempat bibiku. Tidak ku duga dan tidak kusangka  Ia pun mengiakan permintaanku. Bahagia hatiku.:J
Sesampai di sambas, aku mengajak adikku untuk ikut bersamaku pergi ke kraton. Kami pun berangkat dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian di sana, aku dan adikku berfoto-foto dan masuk ke dalam keraton. Aku ragu abng ktp akan pergi ke keraton untuk melihatku, karena pesan singkatku tidak dibalasnyaa. Tetapi, satu jam kemudian, hp ku berbunyi. Ternyata dari abang ktp. Ia meminta maaf karena tidak membalas pesanku, karena ia tertidur. Aku pun memakluminya. Dan, tidak lama kemudian ia datang dengan pd nya. Umm..ternyata ia tidak sendiri. Ia dating bersama temannya Deni. Kami pun berbincang-bincang walaupun ada rasa tidak enak satu sama lain. (di simpan dalam hati)
Sayangnya percakapan itu tidak berlangsung lama, adikku mengajak pulang. Kemudian kami pun berpisah, aku dan adikku pulang lebih awal darinya. Jujur pertemuan yang sangat singkat itu..rasanya tidak puas bagiku.
Bisa dikatakan pertemuan di keraton itu adalah pertemuan terakhirku dengannya sebelum memasuki perkuliahan.
Setelah hasil kelulusan beasiswa diumumkan, kami pun kembali berkomunikasi. Tetapi tetap, statusnya adalah teman. Sayang ya…??
Perasaan itu terlalu lama untuk dipendam. Aku merasa ia juga menyukaiku…tetapi ada kendala di hatiku pada saat itu, karena ku pikir ia adalah cowok dewasa dan termasuk orang berada, mana mungkin mau bersama ku. Ah..itu pikir pendekku.
Seperti kata pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. Kode-kode cinta itu mulai terlihat. Ia mulai memperlihatkan perhatiannya kepadaku lewat pesan singkatnya dan beberapa kali ia juga sering menelfon ku walaupun hanya sekadar basa basi. Tidak hanya itu, ia juga pergi ke Pontianak untuk menemuiku, walaupun ia memang ada kepentingan di Pontianak pada saat itu, yaitu mengikuti tes pns di untan.
Bg ktp: “ adek dimana?” Tanyanya lewat telfon.
Aku: “ di kamar bg, ada apa bg? Tanyaku kembali.
Bg ktp: “abang mau ke tempat adek lah. Boleh ndak?”
Aku:” boleh”. Jawabku.
Bg ktp: “ dimne alamatnya dek, smskan ye. Pintanya.
Setelah itu, akupun memberikan alamat rumahku. Tak berapa lama, ia pun menelfon kembali dan mengatakan bahwa ia telah di depan kamar ku. Aku pun menghampirinya. Mana mungkin aku melewatkan saat indah seperti ini. Walaupun bertemuannya pada kondisi yang kurang menyenangkan. Berdiri di depan toko orang. Tambah lagi, Nasib sial. Motor temannya terkena paku. Dan bannya harus diganti, kemudian mereka pun memperpendek obrolan  dan meminta izin pulang ke sambas. Apa dayaku untuk menyuruhnya tetap di Pontianak. Hmm,,akhrinya mereka pun pulang setelah mengganti ban motor temannya yang bocor.
Tanggal, bulan dan tahun yang cantik. Yaitu 11-12-2013. Mungkin, waktu itu telah ia persiapkan jauh-jauh hari untuk menyatakan cintanya kepadaku. Ya….mr. Ktp…atau abang ktp. Ia ternyata menyimpan rasa yang sama seperti perasaanku kepadanya. Tetapi pada saat itu, aku tidak menerimnaya karena satu alasan. Aku tak ingin kisah cinta ku terulang kembali, mungkin bahasa gaul sekarang adalah LDR, atau pacaran jarak jauh. Aku pun meminta waktu untuk menjwab pemintaanny untuk menjadi pacarnya. Yah tepat pada tanggal 14-12-2013, aku menelfonya dan mengatakan bahwa aku juga memilki perasaan yang sama kepadanya. Dan aku meminta satu hal kepadanya, untuk menjaga hubungan cinta jarak jauh ini dengan saling percaya.
Dia memang pria pilihannku, selama ini ia selalu menepati janjinya kepadaku. Walaupun terkadang ada rasa curiga, namun kami berdua sanggup melaluinya. Dia memang percaya penuh kepadaku, dan begitupun diriku. Tidak menutup kemungkinan rasa sayangku kepadanya semangkin besar, begitu juga dengannya. Sambas-pontianak kisah cintaku. Dan jarak tidak menjadi halangan bagiku tuk menemukan cinta sejatiku itu. Sayang itu tumbuh…dan menjadi cinta. Bahagia hari-hariku bersamanya, walaupun waktuku lebih banyak di media komunikasi saja daripada bercenkrama satu sama lain.
Aku yakin kisah cinta seseorang itu akan indah pada waktunya. Untuk kamu yang belum dan mungkin tidak berani menyatakan cinta kepada seseorang. Ungkapkanlah sekarang, jangan menunda dan menunggu hari esok tuk mengungkapkannya. Karena, jika hati itu telah terisi dengan hati yang lain, maka hanya satu kata yang bisa kau dapatkan. “penyesalan”.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar